Monday, November 2, 2015

ANAXIMENES : UDARA ZAT PEMBENTUK SEMESTA

Sekeder mereview kembali pemikiran sebelumnya tetang proyek pemikiran para filosof dari miletus ini, bahwa mereka bertiga Thales, Anaximander dan Anaximenes memiliki proyek yang sama, yaitu mencari tahu tentang Arche atau zat pertama pembentuk semesta.

Seperti halnya Anaximander yang bertolak belakang dengan gurunya Thales, demikian juga dengan Anaximenes juga tak sependapat dengan gurunya (Anaximander). Dan begitulah sejarah pemikiran manusia itu berlangsung saling bertententangan atau lebih tepatnya saling menegasikan. Proses ini disebut sebagai proses dialektika. Dan dengan proses itulah filsafat lebih peka.
 

ANAXIMANDROS “YANG TAK TERBATAS”

Sebagaimana telah diceritakan dalam tulisan sebelumnya, bahwa pada sejak dulu manusia telah memiliki ketertarikan untuk menemukan penjelesan tertang alam semesta dan sesuatu yang terjadi didalamnya, keingin tahuan tersebut begitu sangat kuat sehingga mereka—berdasarkan kemampuannya pada waktu itu—membuat semacam mitos-mitos dan meyakini kebenarannya untuk memuaskan “rasa penasaran mereka”.

Lambat laut proses berpikir manusia mulai beranjak mulai dari penjelasan yang sifatnya motologis kepada penjelasan yang sifalnya alamiah. Orang pertama kali yang melangkah kepada penjelasan alamiah ini adalah Thales sebagai mana telah disinggung ditulisan sebelumnya.

Tetapi buah pikiran Thales tidak kemudian diterima secara mentah-mentah, justru pemikiran Thales itu membangunkan kesadaran manusia. Dan salah satu pengikutnya adalah Anaximandros dengan, tetapi walaupun dia lama berguru pada Thales, dia tidak bisa menjadi murid “yang baik”. Karena pemikirannya bertentangan dengan pemikiran Thales

“THALES” THE FIRST PHILOSOPHERS

Pada tulisan sebelumnya kita telah belajar secara sederhana apa filsafat dan beberapa kelompok pemikirannya. Sebenarnya masih banyak yang belum dijelaskan seperti ciri-ciri berpikir filsafat, metode belajar filsafat dan lain sebagainya, tapi hal itu bisa kalian cari sendiri. Sekarang saatnya kita bercengkrama dengan Thales, sosok manusia fenomenal yang dikenal sebagai filosof pertama THE FIRST PHILOSOPHERS. 
Ada banyak literature yang mengatakan kalau filsafat itu lahir dari peradaban Yunani, dan dari sinilah Thales itu berasal. Thales adalah seorang yang berkembangsaan Miletus, sekarang daerah Turki, tetapi dulunya tergabung dalam Graecia Magna (Yunani Raya). Thales disebut-sebut sebagai tujuh orang bijaksana di Yunani pada abad ke-6 SM. 

Jauh sebelum thales lahir, masyarakat Yunani dikuasai oleh cara berpikir yang mitologis dalam menjelaskan segala sesuatu. Artinya masyarakat masih percaya pada kekuatan Roh, Dewa dan lain sebagainya sebagai sesuatu di balik fakta dan kenyataan yang ada. Nah hal inilah yang memicu daya kritis Thales keluar, ia tak bisa menerima alasan-alasan yang tidak rasional. 

MENIKAH, KAPAN YANG TERBAIK?

Menikah itu ibadah, itu pointnya. Maka ojo kesusu, ojo keburu-buru, alon, sabar, yang penting niat dan prosesnya gennah. Karena menika...