Sunday, July 26, 2020

MENIKAH, KAPAN YANG TERBAIK?

Menikah itu ibadah, itu pointnya. Maka ojo kesusu, ojo keburu-buru, alon, sabar, yang penting niat dan prosesnya gennah. Karena menikah tak seindah yang dibayangkan, juga tak sehoror yang kita takutkan.

Menikah itu masalah kompromi, emosi, keterpautan hati, ego yang harmoni. Dan tentu dompet yang harus terisi, ini modal dasar, modal awal bertahan hidup, termasuk hidupnya rumah tangga. Apa wajib kaya? Tidak. Tapi harus cukup. Kurang? Tidak apa-apa asal kuat bertahan.

Persiapan utama menikah bukan materi, tapi mental, jiwa, pikiran, perasaan untuk siap berbagi, berbeda, berselisih, berubah, mengerti dan yang pasti sadar posisi dan tanggungjawab. Maka ilmu berumah tangga itu penting. Cari dulu ilmu ini. Baru nyusul materi (harta).


Selanjutnya, kenali diri sendiri, kecenderungan, amarah, kemauan, tabiat, kebiasaan serta jurus penangkal jika hal itu sudah sifatnya udah merusak. Lalu sampaikan pd pasangan. "Say kalau aku sedang marah, kamu harus gini ya... Nanti kalau udah reda, baru km begini atau begitu".

Wabilkhusus bagi wanita, penting membuka semua tafsir dan takwil dari ekspresinya yang kerap kali susah di mengerti dengan PASTI. Kadang satu ekspresi wanita mengandung 3 atau tak terbatas makna. Disini laki2 harus cerdas dan jeli dalam membaca dan mengamati.

Masalahnya tak banyak laki-laki peka terhadap pola tingkah, sikap, dan ekspresi wanita. Sehingga kerap kali memantik bara salah paham, yang pada akhirnya susah padam. Maka wanita juga harus berani terbuka. Berbicara bagaimana ekspresinya jika tak suka, dan bagaimana jika suka.

Saat menikah suami kerap kali terjebak dalam dalil "Istri harus patuh sama suami" dalil ini jika tak dipahami secara bijak, kerap kali membuat laki-laki egois, arogan dan bahkan kasar. Dalil ini harusnya dipegang Istri bukan suami. Suami cukup mengerti dan mengingatkan.

Yang harus ada dalam dada suami "Perlakukanlah Istrimu dengan sebaik-baiknya perlakuan, sebaik-baiknya pemberian, dan sebaik-baiknya tanggungjawab". Jangan sampai air matanya mengalir karena kita tak bijak dalam menjaganya.

"Istri Wajib Patuh Sama Suami", maka tugas suami menjaga agar istrinya mampu memenuhi kewajiban tersebut. Caranya..? Jangan semena-mena, jangan asal perintah ini dan itu. Khawatir perintah suami tersebut membuat istri nelongso, sedih, sebab lelah, capek, sehingga dia membangkang.

Demikian juga istri, harus turut membantu suami menunaikan kewajiban dan tanggung jawabnya terhadap keluarga. Makanya istri jangan asal minta ini itu, mau ini itu, tanpa sadar kondisi suami. Coba sebelum minta tanya kondisinya dulu. Baru bicara....

Menikah bukan masalah kecepatan, tapi masalah ketepatan memilih pasangan, kemampuan untuk bertahan, dan kesepakatan untuk saling mengingatkan dan menjaga amanah masing-masing. Dalam pernikahan masalah semakin banyak. Itu pasti. Namanya juga hidup.

Tapi masalah itulah yang membuat hidup kita menemukan artinya, keringat kerja kita menemukan maknanya, keberadaan kita lebih berharga. Tentunya dengan masalah kita menemukan jalan-jalan menuju arti bahagia, arti bersama, arti aku dan engkau ada dan berumah tangga.

Pada dasarnya semua masalah keluarga sama. Ekonomi, emosi, ambisi, dan birahi. Tapi setiap orang punya kerangka, pola, dan cara yang berbeda dalam memahami, mencegah, menanggulangi dan menyelesaikan masalah. Maka samakan pola ini dengan pasangan biar tahu cara menyelesaikan.

Pasal pertama, jika suami salah, maka istri jangan ikut berbuat salah, pun sebaliknya. Karena salah satu diantara mereka harus tetap berdiri di lingkaran yang benar, agar mampu menarik kembali jika yang lain dalam jalur salah.

Yang paling penting. Istri itu amanah dari Allah untuk dijaga di ajak menuju DIA. Suami juga amanah dari Allah untuk diikuti, dipatuhi dalam perjalanan menuju DIA. Dalam samudra luas, pengemudi & penumpang Bahtera harus berpegang pada Allah, baik saat tenang atau saat ombak datang.

No comments:

Post a Comment

MENIKAH, KAPAN YANG TERBAIK?

Menikah itu ibadah, itu pointnya. Maka ojo kesusu, ojo keburu-buru, alon, sabar, yang penting niat dan prosesnya gennah. Karena menika...