Thursday, June 4, 2015

MASALAH BUKAN MASALAH

Orang sering kali menganggap bahwa hidup ini adalah masalah, bahwa setiap orang hidup pasti menghadapi masalah. masalah itu datang dari berbagai dimensi dalam hidup kita, seakan tiap langkah kita adalah masalah. persepsi inilah yang seringkali hidup dalam benak manusia.

Sekarang mari kit mencoba mendefinisikan masalah. menurut banyak kalangan masalah/Problem/patologi itu adalah suatu realitas yang menyimpang yang tidak sesuai dengan harapan atau tujuan kita. ada juga yang mendefinisikanmasalah adalah sesuatu “hal” atau kejadian yang membuat ‘langkah” kita terhenti untuk beberapa waktu dan harus diselesaikan untuk meneruskan “langkah” kita, jika kita tidak dapat menyelesaikannya amak kita punya tiga pilihan yaitu berhenti selamanya, berbalik arah atau mencari jalan yang lain.

Akan tetapi menurut saya sebetulnya masalah itu adalah bukan realitas atau fenomena yang terjadi, tapi masalah itu adalah bagaimana kita mewujudkan atau menciptakan fenomena-fenomena baru yang sesuai dengan ide kita.
Berangkat dari filsafat plato tentang dunia ide, yang menyatakan bahwa dunia itu ada dunia yang kelihatan dan bertubuh dan dunia ayang tidak kelihatan dan tidak bertubuh. Dunia yang bertubuh adalah dunia yang terlahir terdiri daripada barang-barang yang dapat kita lihat dan alami yang berubah senantiasa menurut benda dan waktu. Dunia yang tidak kelihatan dan tidak bertubuh adalah dunia daripada idea. Dunia yang tetap dan tidak berubah-ubah.


Wednesday, June 3, 2015

DEFINISI DAN PENGERTIAN FILSAFAT BUAT PEMULA


Filsafat sebenarnya memiliki definisi yang sangat subjektif, sesuai dengan nama dan perspektif berpikirnya filsafat tak menempatkan suatu rangkaian kata yang menjadi sebuah proposisi tetap dalam mendefinisikan filsafat. Jadi anda boleh cari tahu sendiri apa definisi filsafat yang tepat menurut kita. Tapi ada kata kunci dari definisi filsafat yaitu, “cinta kebijaksanaan”. Apapun definisi yang kita buat harus termuat atau terkandung dua makna tersebut. Cinta dan Kebijaksanaan jugalah yang menjadi awal dari berpikir filsafat, dan hal itu juga yang menjadi tujuan akhirnya.

Selama ini para tokoh filsafat berbeda-beda dalam mendefiniskan pengertian filsafat itu sendiri, tapi secara harfiah (bahasa) mereka sepakat kalau filsafat adalah cinta kebijaksanaan. Konsekswensi dari pemikiran filsafat haruslah berdasarkan pada cinta dan kebijaksanaan, ataupun berusaha untuk cinta akan kebijaksanaan. Sehingga laku kehidupannya yang dihasilkan dari kontemplasi filosofisnya bermuatan kebijaksanaan. Bijak disana juga bijak disini, akhirnya bijak juga dimana-mana. Nah tugas pertama kita sekarang sebagai pemula untuk berfikir filsafat, adalah menemukan apa yang dimaksud dengan kebijaksanaan itu sendiri.

MENIKAH, KAPAN YANG TERBAIK?

Menikah itu ibadah, itu pointnya. Maka ojo kesusu, ojo keburu-buru, alon, sabar, yang penting niat dan prosesnya gennah. Karena menika...