Wednesday, June 3, 2015

DEFINISI DAN PENGERTIAN FILSAFAT BUAT PEMULA


Filsafat sebenarnya memiliki definisi yang sangat subjektif, sesuai dengan nama dan perspektif berpikirnya filsafat tak menempatkan suatu rangkaian kata yang menjadi sebuah proposisi tetap dalam mendefinisikan filsafat. Jadi anda boleh cari tahu sendiri apa definisi filsafat yang tepat menurut kita. Tapi ada kata kunci dari definisi filsafat yaitu, “cinta kebijaksanaan”. Apapun definisi yang kita buat harus termuat atau terkandung dua makna tersebut. Cinta dan Kebijaksanaan jugalah yang menjadi awal dari berpikir filsafat, dan hal itu juga yang menjadi tujuan akhirnya.

Selama ini para tokoh filsafat berbeda-beda dalam mendefiniskan pengertian filsafat itu sendiri, tapi secara harfiah (bahasa) mereka sepakat kalau filsafat adalah cinta kebijaksanaan. Konsekswensi dari pemikiran filsafat haruslah berdasarkan pada cinta dan kebijaksanaan, ataupun berusaha untuk cinta akan kebijaksanaan. Sehingga laku kehidupannya yang dihasilkan dari kontemplasi filosofisnya bermuatan kebijaksanaan. Bijak disana juga bijak disini, akhirnya bijak juga dimana-mana. Nah tugas pertama kita sekarang sebagai pemula untuk berfikir filsafat, adalah menemukan apa yang dimaksud dengan kebijaksanaan itu sendiri.


Nah kebijaksanaan ini juga memiliki banyak sudut pandang sehingga kita bisa mencari dan menemukan maksud dan pengertiannya dari satu pintu ke pintu yang lain. Karena terkadang bijak bagi anda belum tentu bijak bagi yang lain. PR pertama adalah menemukan hasil pemikiran kita sehingga bisa dikatakan Bijak untuk semuanya. Sulit….? Memang, namanya juga filsafat. 

Lalu apa yang dipikirkan oleh filsafat? Tepatnya apa saja yang kita pikirkan sehingga bisa dikatakan berpikir filosofis? Jawaban dari pertanyaan ini adalah tentang objek kajian filsafat. Yaitu ada dua macam, ada objek forma dan objek materia. Obyek material (lapangan) filsafat itu bersifat universal (umum), yaitu segala sesuatu yang ada (realita) dan yang mungkin ada. Sedangkan Obyek forma (sudut pandangan) filsafat itu bersifat non fragmentaris, karena mencari pengertian dari segala sesuatu yang ada itu secara luas, mendalam dan mendasar. 

Jadi objek yang dipikirkan oleh filsafat itu adalah segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada, sedangkan cara berpikirnya adalah harus berpikir secar mendalam dan mendasar. Sehingga menghasilkan pengertian-pengetian atau hasil pemikirannya bisa menjadi sebuah proposisi yang kebenarannya bersifat universal. 

Salah satu karakter orang yang berfikir filsafat ini adalah biasanya tidak hanya berpikir tentang kulitnya saja anggap saja ia sedang melihat pisang, maka orang itu akan memulai pertanyaan dalam pikirannya mulai dari apa pisang itu, dari mana asal usulnya, apa manfaatnya, siapa yang membuatnya dan pertanyaan lainnya terkait dengan pisang itu, sampai pada pertanyaan apa benar ini disebut pisang, atau apakah benar pisang ini benar-benar ada? Dan lainnya. 

Rumit memang, namanya juga filosof, dari kerumitan itu ia mendapatkan kenikmatan dan kepuasan. Makanya orang yang suka berpikir filsafat disebut filosof, orang bijak, ataupun orang sufi, Karena mereka tak mudah bereaksi pada pada fakta-fakta yang ada, mereka juga tak mudah membenarkan ataupun menyalahkan orang lain, sebelum mereka berpikir tentang dimana sisi kebenaran dan kesalahannya. 

Dari hari pemikiran yang demikian maka orang itu akan bertingkah laku bijaksana dalam hdiupnya, ia akan selalu hati-hati dalam tutur katanya, dalam gerak gerik tubuhnya, dalam pola sikap dan sifatnya serta lain sebagainya. Pokoknya dia lebih sibuk berpikir dari pada bergosip. Intinya begitu. Nah sekarang adalah, sejak kapan sih orang itu mulai mengenal berpikir filsafat? Siapa filosof pertama kali? Apa yang ia pikirkan pertama kali? Nah pertanyaan ini akan di jawab pada tulisan selanjutnya. Untuk sementara amalkan dulu cara berpikir filsafat. Jadi pahami dulu sebelum anda menilai. Oke. Met berpikir

No comments:

Post a Comment

MENIKAH, KAPAN YANG TERBAIK?

Menikah itu ibadah, itu pointnya. Maka ojo kesusu, ojo keburu-buru, alon, sabar, yang penting niat dan prosesnya gennah. Karena menika...