Orang
sering kali menganggap bahwa hidup ini adalah masalah, bahwa setiap orang hidup
pasti menghadapi masalah. masalah itu datang dari berbagai dimensi dalam hidup
kita, seakan tiap langkah kita adalah masalah. persepsi inilah yang seringkali
hidup dalam benak manusia.
Sekarang
mari kit mencoba mendefinisikan masalah. menurut banyak kalangan
masalah/Problem/patologi itu adalah suatu realitas yang menyimpang yang tidak
sesuai dengan harapan atau tujuan kita. ada juga yang mendefinisikanmasalah
adalah sesuatu “hal” atau kejadian yang membuat ‘langkah” kita terhenti untuk
beberapa waktu dan harus diselesaikan untuk meneruskan “langkah” kita, jika
kita tidak dapat menyelesaikannya amak kita punya tiga pilihan yaitu berhenti
selamanya, berbalik arah atau mencari jalan yang lain.
Akan
tetapi menurut saya sebetulnya masalah itu adalah bukan realitas atau fenomena
yang terjadi, tapi masalah itu adalah bagaimana kita mewujudkan atau
menciptakan fenomena-fenomena baru yang sesuai dengan ide kita.
Berangkat
dari filsafat plato tentang dunia ide, yang menyatakan bahwa dunia itu ada
dunia yang kelihatan dan bertubuh dan dunia ayang tidak kelihatan dan tidak
bertubuh. Dunia yang bertubuh adalah dunia yang terlahir terdiri daripada
barang-barang yang dapat kita lihat dan alami yang berubah senantiasa menurut
benda dan waktu. Dunia yang tidak kelihatan dan tidak bertubuh adalah dunia
daripada idea. Dunia yang tetap dan tidak berubah-ubah.
Dari pemikiran plato tersebut, sebetulnya kita telah memiliki pengetahuan-pengetahuan telah ada dalam ide kita, akan tetapi kita belum meng-upload-nya pada dunia nyata yang telah kita alami ini, atau bahasa saya kita belum menyadarinya kalao kita memiliki pengetahuan-pengetahuan itu sendiri. salah satu cara untuk meng-upload pengetahuan-pengetahuan kita yang ada dalam ide adalah dengan cara belajar, baik dari pengalaman diri sendiri ataupun dari pengalaman diri yang lain.
Kembali pada persoalan “masalah” di atas, masalah itu hadir di antara dunia ide kita dengan dunia nyata kita. artinya disebut sebagai suatu masalah jika fenomena yang terjadi tidak sesuai dengn apa yang ada dalam dunia ide kita. bukan ketidak sesuai antara keinginan dan kenyataan. jadi disini saya membedakan antara keinginan dan ide. keinginan adalah hasrat kita di dunia nyata. sedangkan ide adalah konsepsi hidup ideal kita. jadi keinginan akan melahirkan harapan tentang kenyataan. sedangkan ide akan melahirkan persepsi/sikap terhadap kenyataan.
Jadi sebenarnya yang menjadi masalah dalam hidup ini adalah persepsi/sikap kita terhadap kenyataan yang ada. bukan kenyataan yang terjadi. misalnya, kita di putus oleh pacar kita, dipecat dari kerjaan, di PHK, Punya Hutang yang banyak dan lain sebaginya. hal itu semua bukan masalah tapi fenomena. masalahnya adalah terletak pada persepsi kita pada fenomena di atas. bagaimana kita harus menyikapi fenomena di atas tersebut. disanalah masalah itu ada.
Nah…jika yang di sebut masalah adalah persepsi kita terhadap fenomena-fenomena yang terjadi. maka untuk menyelesaikannya kita harus merubah persepsi tersebut. jika awalanya adalah persepsi negatif maka rubahlah dengan persepsi positif. carilah kebaikan-kebaikan atau kebijaksanaan-kebijaksanaan dalam setiap realitas yang terjadi, maka hidup kita akan merasa tenang kembali. misalnya.
Saat kita di pecat oleh bos kita, kemudian kita menyimpan dendam padanya, maka selamanya kita akan hidup dengan rasa sakit. tapi jika persespi kita dirubah, bahwa bos kita memecat kita untuk kebaikan diri kita sendiri, atau untuk memberikan kita peluang mempelajari yang lain, maka kita akan terus terobsesi untuk menemukan kebaikan-kebaikan itu. kita akan terus memiliki motivasi positif yang akan kembali pada diri kita.
Demikianlah perenungan saya tentang mengatasi masalah dalam hidup ini. Semoga bermanfaat, mari kita diskusikan. (yang bodoh ini masih akan terus belajar. karena plato pernah berkata Orang yang berilmu mengetahi orang yang bodoh karena dia pernah bodoh,sedangkan orang yang bodoh tidak mengetahui orang yang berilmu karena dia tidak pernah berilmu. jadi saya akan terus belajar untuk mengetahui kebodohan saya sendiri).
MOHON
PETUNJUKNYA YA ROBB BUAT KITA SEMUA.

No comments:
Post a Comment