Konon disebuah disebuah negeri antah berantah sana, hiduplah seorang
pemuda yang sejak kecil ia dibesarkan dilingkungan pesantren. Secara
otomatis ia banyak menimba ilmu agama di sana. Selama dia disana dikenal
sebagai santri yang baik dan taat beribadah. (pemuda cerdas, membuat syetan merasa goblok)
Sepuluh
tahun kemudian ia pergi ke kota untuk menimba ilmu di sana tapi dia
terpedaya oleh kehidupan kota yang jauh berbeda dengan lingkungan
pesantrennya. Singkat cerita ia pun sudah mulai suka minum-minuman keras
bersama teman-teman barunya, kediskotik, main judi dan togel, serta
sering taruhan pada setiap ada pertandingan bola. Tapi satu hal yang tak
pernah ia lakukan yaitu berzinah dengan perempuan.
Hingga
pada suatu ketika ia sadar akan apa yang selama ia lakukan, kesadaran
itu hadir ketika dia dalam kondisi sakit yang begitu kritis, bahkan
selama tujuh hari tujuh malam ia terbaring di tempat tidurnya. Hingga
pada suatu malam ia bermimpi didatangi seorang kyai yang menyuruhnya
untuk bangun dan sholat. Mimpi itu terus menghantuinya hingga ia sembuh.
Sejak
saa itu iapun sudah mulai gelisah dengan hidupnya sehingga ia mencoba
untuk kembali kepada tuhannya. Terjadi pertentangan hebat dalam dirinya.
Tetapi ia memaksakan diri untuk ambil wudhuk dan melakukan solat, dalam
ruangan 3x2 meter yang selam ini jadi tempat tinggalnya. Sejadahnya pun
sudah ia persiapkan. Tapi sebelum ia takbir, tiba-tiba datang syetan
menggodanya berikut dialognya.
Syetan : Ngapain sholat, bukankah lebih enak minum-minuman dengan teman2mu
Pemuda : Kenapa kau datang menggodaku..
Syetan : Karena kau berusaha berpaling dariku
Pemuda : Kenapa bisa begitu. Aku hanya mau sholat menyembah tuhanku
Syetan : Itulah tugasku, menghalangimu menyembah tuhanmu.
Pemuda : Aku kan masih mau mencoba, kan belum tentu diterima oleh tuhanku
Syetan : Memang, tapi aku takut kau diterima olehnya
Pemuda : Saya pikir kamu punya banyak cara untuk menggoda. Dan kamu sangat cerdas
Syetan : Memang, tapi kau dulu pengikutku
Pemuda : Jadi aku tak perlu kau risaukan, karena kau boleh menggodaku kapanpun
Syetan : Iya, termasuk saat ini.
Pemuda : Oke! Berapa banyak orang yang telah berhasil kau goda.
Syetan : Cukup banyak
Pemduda : Adakah diantara mereka yang ilmu agamanya tinggi, ulama’ atau kyai
Syetan : Iya cukup banyak juga
Pemuda
: Jadi kau tak perlu risaukan akau, karena aku bukan ulama jadi bisa
dengan cepat kau bisa menggodaku. Tapi biarkan aku mencoba dulu.
Syetan : Aku tidak akan membiarkanmu.
Pemuda
: Ah.....ayolah kau itu kan syetan profesional. Tunjukkan kualitasmu,
dengan menggodaku kau tak akan dapat pujian apa-apa dari temanmu, justru
ejekan jika kau gagal. Karena imanku dan ilmu agamaku tak setinggi
ulama itu
Syetan : Memang tapi aku pernah gagal menggodamu
Pemuda : Kapan ?
Syetan : Ketika kau berdua dengan wanita di ruangan itu.
Pemuda : Kau berhasil mebuatku mencium wanita itu
Syetan : Tapi aku ingin yang lebih dari itu.
Pemuda : Hahahaha....itu tidak akan terjadi, bukan karena imanku tapi karena ketakutanku pada kedua orang tuaku.
Syetan : Kau membuatku malu.
Pemuda
: Begini aja, dari pada kamu lama-lama berdiskusi denganku mendingan
kau cari orang yang lebih menantang untuk kau goda. Seperti ulama’
misalnya, kalau kau berhasil kau pasti dapat piala atau kenaikan pangkat
oleh bosmu. Dari pada menggodaku, anak baru mau coba yang tak tahu
apa-apa, kasih minuman dikit aja mungkin aku dah lupa. Gimana usulku.
Syetan : Boleh juga tapi aku tak mau.
Pemuda : Begini, kalau kamu memaksa berarti kau merendahkan derajatmu.
Syetan : Kok bisa
Pemuda
: Ibarat sepak bola, kamu sebagai Tim Brasil yang memenangkan piala
dunia enam kali menantang aku tim indonesia yang tak sekalipun masuk
dalam piala dunia. Kalaupun kau menang itu paling dianggap biasa, tapi
kalau kau kalah justru kamu akan terhina.
Sejenak syetan
itu berpikir, dan akhirnya dia memutuskan untuk pergi. Karena dia
akhirnya terpengaruh dengan kata-kata pemuda itu.
Syetan : Baiklah kalau begitu. Aku akan menggola orang yang lebih kuat imannya
dari pada kamu. Tapi aku akan kembali jika kau benar-benar telah tebal
imanmu.
Pemuda : Nah begitu dong......semoga sukses ya. Biarkan aku belajar dulu agar seimbang ketika bertanding dengan mu. Hehehehe
Akhirnya pemuda itu berhasil menipu syetan yang berusaha menggodanya. Dan diapun melanjutkan sholatnya dengan penuh khusuk.
Maaf
ini hanya cerita fiktif belaka, jika ada kesamaan peristiwa tempat
ataupun nama. Itu bukan di sengaja. Karena tak satupun saya mencantumkan
nama tempat ataupun nama orang dalam tulisan ini. heheheh
No comments:
Post a Comment